2015 indah kami, semoga 2015 indah kalian juga


Sebelumnya, terima kasih telah mengambil keputusan untuk mendukung FSTVLST

Setiap kaki melangkah, akan menimbulkan jejak. Setiap jengkalnya memiliki makna  tersendiri. Bisa berarti kenangan, pemikiran, kegelisahan dan mungkin juga sebuah renungan. Setiap detik yang terlewat, setiap kertas yang rela dihajar oleh sang pena, dan setiap apapun yang nantinya akan berbekas. Entah itu baik, buruk, dan juga tentang benar, salah. Maka berhentilah sejenak, resapi.

Sudah lebih dari setahun paska rilisnya album kedua Hits Kitsch pada 3 September 2014. Diantara rentang waktu itulah Hal-Hal Terjadi. Pentas telah dilaksanakan di beberapa tempat. Panggung demi panggung, acara demi acara, tak terasa memang. Hingga akhirnya tiba di penghujung tahun 2015 ini. Banyak momen, juga kisah indah yang kita lewati bersama. Ada kalanya untuk tengok kembali  ke bekas tapak kaki tadi. Jangan sampai tersesat, karena dari sanalah awal mula perjalanan itu bisa terlihat jelas. Sebelum hujan menghapus jejaknya. Atau sebelum matahari membakar jejaknya. Mari kita tilik Kaleidoskop #FSTVLSTmoments2015 bersama, satu persatu, dengan teliti. Jangan tersesat. Tanah Indah, kami datang! 

Siapkan kopimu, mari kembali kita menilik langkah ke belakang. Sebelum memasuki awal tahun, Gulita Benderang telah berhasil meminang perempuan pujaannya. Kedatangan Valiana Jani, anak kedua dari Melodi Masyarakat juga melengkapi kebahagiaan awak FSTVLST. Selamat Datang dan turut berbahagia. Tahun 2014 ditutup dengan momen kebahagiaan sekaligus sebuah lecutan motivasi yang positif bagi awak karang taruna FSTVLST itu sendiri. 

Hal yang mengejutkan datang, Hits Kitsch masuk daftar “20 Album Indonesia Terbaik” oleh Majalah Rolling Stone Indonesia pada awal Januari 2015. “...terasa menyegarkan sekaligus berisi. Album bernas!” begitulah kalimat penutup pada reviewnya. Salah satu surat kabar nasional kurang lebih juga mereview demikian dalam salah satu rubriknya. Sempat juga Gulita Benderang berbagi kopi dan Hits Kitsch di majalah Rolling Stone Indonesia edisi-177. Matur Suwun, Terima Kasih. Kembali ke topik, awal-pertengahan Januari karang taruna FSTVLST secara kolektif telah menyiapkan sebuah Jathilan yang bukan sembarang Jathilan. Silahkan croll dengan hastag #NganuinFebruari di Twitternya masing-masing deh. Januari ditutup dengan panggung di Kota Hujan Bogor, bersama musisi Belanda yang juga kawan-keluarga kami Camiel Meiresonne. Gondrong Mistis berhalangan njathil saat itu, karena sedang menekuni profesinya. 

#NganuinFebruari, sudah ketemu scroll-nya? Atau sudah ingat? Hyaak, tulll! Tepat pada tanggal 18 hingga 21 Februari, sebuah rangkaian acara digelar oleh FSTVLST.Tentunya melibatkan Festivalist dan juga beberapa pihak, #Tanahindah sukses dilaksanakan. Bertempat di PKKH UGM-Purna Budaya, kali ini FSTVLST dan Festivalist membawa konsep yang berbeda. Dengan semangat Almost Rock Barely Art, acara terdiri dari reunian bersama Jenny, pameran seni rupa Jenny-FSTVLST, 3 hari sharing kreatif, rilis artikel baru official merchandise FSTVLST dan tentunya jathilan bersama. Pameran utama menampilkan hasil re-presentasi perupa muda atas karya FSTVLST. Juga terdapat ruang  yang memamerkan khusus benda-benda memorabilia Jenny-FSTVLST dari tahun 2003 hingga 2015 ini. Sharing kreatif berada di ruang galeri, bertajuk “Band is a Brand” dan “Make Gigs Happen” yang menghadirkan praktisi profesional di bidang tersebut. Dan juga diskusi dan sharing ceria bersama tim kerja #Tanahindah di tempat yang sama pula. 

Menariknya, dalam rangkaian acara juga terdapat Tanah Indah kompetisi yang berhadiah merchandise FSTVLST. Syarat dan pemenang kompetisi dapat dilihat di twitter dengan hastag #TanahIndah atau selengkapnya di fstvlst.com. Selamat bagi para pemenang dan terima kasih untuk semua pihak yang mendukung baik secara langsung/tidak langsung untuk terciptanya acara ini. Sampai jumpa di #Tanahindah berikutnya. Semua kerja keras takkan mengkhianati hasil. Begitu pula konser Tanah Indah Februari lalu. Sebuah apresiasi datang melalui sebuah artikel di laman media online. Konser tanah indah masuk nominasi Konser Terbaik 2015. Terima kasih, Matur Suwun. 

Memasuki bulan Maret, setelah acara tersebut FSTVLST dengan Labide Films resmi merilis Official sebuah video klip Akulah Ibumu. Berlatar di Pantai Kesirat, dan bekerjasama dengan beberapa pihak lainnya. Dapat diakses melalui channel youtube FSTVLSTVDNZN atau klik disini. Untuk review lengkapnya juga sudah bisa dilihat di postingan sebelumnya. Ditambah lagi, bulan Maret lalu juga merilis Hits Kitsch edisi Hitam yang mulai didistribusikan di warung angkringan @OfficialTego. Karena restoran Ayam, minimarket 24 jam, dan distro adalah jalan pintas, bukan lagi proses.

Komando “TRITURA” dikumandangkan menjelang awal bulan April. Bukan ‘Tiga Tuntutan Rakyat’ yang sudah lalim, eh lazim itu yang dimaksud, tapi inilah TRITURA versi FSTVLST: Tiga Tujuan Setara, yang isinya sebagai berikut: 1. Nonton 2. Sebarkan itu. 3.Request Akulah Ibumu ke radio-radio di kotamu. Juga ada pengumuman pemenang #TANAHINDAHDRAW dan #TANAHINDAHMOMENTS dari rangkaian konser Tanah Indah Februari lalu. Menyelip diantara pertengahan April, ada jadwal jathilan di Jogja Expo Center (JEC) “The Parade Manufacturing Identity 2015”. Panitia menjadwalkan FSTVLST di hari ke 2, namun Gulita Benderang berkesempatan diajak beraksi bersama band Down For Life, membawakan Smoke on The Water di atas panggung. Sebelumnya turut berbahagia, momen mengulang tahun salah satu Roadies FSTVLST @anindito. Hal-Hal ini Terjadi.

Cek lagi kopi di cangkirmu. Kalau dirasa perlu, tuangkan lagi hingga penuh, karena Mei datang dengan segala keramah-tamahnya. Bukan karena, banyak berita di televisi mengenai tuntutan buruh yang tak kunjung naik gaji. Tuntutan para Orang-orang dikerumun yang membela satu bahkan dengan mata terpejam. Bukan itu, melainkan Majalah Rolling Stone Indonesia kembali mengajak kami berserikat melalui edisi Satu Dasawarsa-nya. Seperti di awal tahun, FSTVLST terpilih dalam kategori “Almost Famous”. Dengan terpilihnya kategori itu, akhir Mei karang taruna FSTVLST diundang penganugerahan RSI ke Jakarta. Namun dikarenakan ada jadwal jathilan yang kebetulan Jimi Upstairs dan berhasil ditarik maju ke panggung. Maka alhasil penganugerahan itu menunjuk delegasi khusus. Matur Suwun.

Masih di bulan Mei lagi, kue ngulangtahun Gondrong Mistis menyala diatas panggung. Mbak pacar membawakan dengan perlahan mendekat. Diikuti keriuhan Festivalist tentunya. Bertepatan dengan itulah Hits Kitsch versi Hitam kembali dirilis dengan tambahan Artworks bergambar sebuah janin, ditambah lirik Akulah Ibumu didalamnya. Juga pertama kalinya video BackStageCover dibuat. Disela-selonya hingar bingar panggung, coveran I Wanna be Your Boyfriend oleh Ramones dilantunkan oleh Gulita Benderang dan Melodi Masyarakat. Rangkuman Hits yang menjadikan karang taruna FSTVLST Kitsch di bulan ini. 

Berbelok ke Juni dan Juli, suasana sudah mulai dan hampir religius. Selamat beribadah di bulan suci. Bagi yang merayakan hormatilah yang tidak merayakan. Karena tidak ada minoritas, apalagi mayoritas, yang ada hanyalah kerumunan yang lupa. Setara. Siapkan peralatan juga uang sakumu, untuk njajan Hits Kitsch karena rombongan karang taruna FSTVLST Nyemarang (baca: Menuju Ke Syemarang) dan lokasinya di Taman KB. 

Sukses berbulan madu di taman keluarga tadi, tanggal 21 Juni lalu FSTVLST bersama Festivalist berkesempatan untuk bergayeng bersama di Taman Kuliner Yogyakarta. Melalui “Almost Baksos Barely Bukber” itulah sehingga terkumpul sejumlah dana sebesar 1.545.000 Rupiah, dan kemudian didonasikan ke Panti Asuhan Sayap Ibu daerah Pringwulu. Terima Kasih, Matur Suwun. Acara ini juga dimeriahkan oleh mas Doni (SalahPaham) dan mbak Leilani Hermiasih (Frau). Ada Gulita Benderang berduet dengan Mbak Frau membawakan Matimuda-nya Jenny versi mereka. Untuk syahdunya malam itu bisa diingat kembali, atau silahkan klik disini. That’s Almost Akustik Barely Moshing Sob. Disusul dengan rilisnya video BackStageCover Ramones- I Wanna Be Your Boyfriend t.co/7bKrtoq4Mb, yang diduet-mautkan Gulita Benderang dan Melodi Masyarakat. Dan sebagai kado penutup bulan ini, Telan Cakrawalanya disajikan selagi masih hangat. Untuk menemani cangkir kopimu yang mulai dingin itu. Boleh banget lho klik di sini(soundcloud.com/fstvlst/fstvlst-telan-cakrawalanya)

Sudah berapa cangkir kopi sob? Jangan beranjak dulu, karena lomba balap kerupuk dan makan karung sebentar lagi dimulai. Ya, Agustus  memang agak wagu. Segalanya berubah  ketika Jepang ‘mempersilahkan’ kita berdaulat. Belum nasionalis memang, apalagi menuju fanatis. Namun karena karang taruna, Stadion Maguwoharjo menjadi saksi awal jathilan di bulan ini. Banyak Festivalist menanyakan “Kapan jadwal jathilan lagi?” melalui Twitter @FSTVLST. “Ah, rapeka koe mas?” dan banyak ekspresi lainnya yang bernuansa sama. 15 Agustus, bertajuk Road to Soundrenaline, karang taruna FSTVLST berhasil mengakhiri kerinduan Festivalist untuk balapan makan karung pakai lauk kerupuk sama Orang-orang di Kerumunan. 

Bertepatan juga dengan umur 10 tahun JUICE, terbitlah sebuah majalah. Karang taruna FSTVLST ada di rubrik Local Chat, dengan “Konsep Berpikir”-nya. Kemudian disusul interview dengan @WarningMagz, Gulita Benderang yang ‘ditodong’ beberapa pertanyaan. Euforia kemerdekaan masih terasa. Semua bendera masih berada di tiangnya masing-masing. Menariknya, kali ini karangtaruna FSTVLST di undang oleh Paguyuban Muda Mudi Kaliurang Timur (PMKT) untuk “Merdeka dari Korupsi”. Tlogo Putri Kaliurang yang dipilih menjadi lokasinya. 

Ambil lagi kopimu, tahan dulu nafsumu dan benahi posisi dudukmu, karena karangtaruna FSTVLST akan ngamen akustikan di Festival Kesenian Yogyakarta #27. Tanggal 5 September, adalah pas setahun album Hits Kitsch ini rilis. Ceria, syukur, dan pasti indah tentunya. Berbahagia. Momen bahagia bertambah setelah Melodi Masyarakat mengulang tahun bertepatan juga dengan digelarnya Annabel Rock Festival di Jogja National Museum. Gulita Benderang juga terpilih sebagai Perancang Grafis Desain Terbaik AMI Awards : Sheila On 7, ‘Musim yang Baik’ (rollingstone.co.id/article/read/2015/09/14/140503946/81/5-nominasi-grafis-desain-terbaik). Cheers!

Karang taruna FSTVLST juga turut serta dalam acara Seni Indonesia Berkabung. Pada 25 September sebuah acara yang digelar di gedung PKKH UGM. Uniknya, tiket masuk hanya membawa barang yang dianggap sial untuk selanjutnya di bakar di halaman depan gedung. Sebuah upacara seremonial yang bertujuan menghapus semua kesialan yang ada. Sebelumnya 19 & 20 September, karang taruna FSTVLST juga kembali berkesempatan untuk reunian bareng Jenny. Klik disini jennytemanpencerita.blogspot.com bagi yang belum kenalan sama Jenny. Menggelar 2 acara sekaligus secara berurutan, Rock Siang Bolong dan DISKOMFEST di Plaza Ngasem Yogyakarta. Almost Gigs Barely Reunion. Terima kasih juga teruntuk Mas Aji dan Mas Juna yang telah meluangkan waktunya untuk gayeng bareng lagi. Cheers!

Siapkan baju perangmu, untuk menangisi akhir pekan di Liquid cafe Yogyakarta. Oktober, karang taruna FSTVLST berkesempatan jadi kaki dan roda bagi Orang Utan dimana saja ia berada. Jathilan peduli lingkungan. Tidak hanya itu, acara dilanjutkan dengan screening film pendek mengenai Orang Utan. Bertemakan “Way Back Home”, Liquid cafe dirubah menjadi rumah bagi para Orang Utan untuk pulang. Acara ini juga diliput dan diunggah disini. Oktober, kini giliran Gulita Benderang yang mengulang tahun. Disusul kelahiran anak pertamanya Tun Jawa menambah kebahagiaan bagi semua awak karang taruna FSTVLST. Selamat datang dan turut berbahagia.

Teruntuk pertama kalinya, karang taruna FSTVLST jathilan tanpa menggunakan songlist. Festivalist lah yang dianjurkan mengisi songlist tersebut. Melalui Twitter dan juga on the spot request di depan panggung. Dalam acara AR7SPIRATION, yang bertempat di gedung PKKH UGM karang taruna FSTVLST dibantu Pieter Lennon sukses memeriahkan panggung jathilan bulan ini. Ambil napas dulu sob. Masih ingat jathilan kebudayaan? Belom? Coba ingat lagi, atau tambahkan sedikit kopi lagi di cangkirmu itu. Seperti sebelumnya, euforianya bisa klik di Twitter masing-masing dengan hastag #100persenYK. Awal mula ide tercetus dari teman-teman  Rimini Protokoll, dibantu @teatergarasi dan karang taruna FSTVLST sebagai konseptor. Penggodokan konsep satu demi satu dilakukan oleh ketiganya. Prosesnya dimulai dari 16 sampai 24 pertengahan Oktober, juga music workshop sempat  dilakukan. Tepat tanggal 25 Oktober gladi resik terakhir. Hasilnya, acara yang melibatkan 100 orang dari berbagai macam latarbelakang ini sukses. Semua berkumpul  di Taman Budaya Yogyakarta pada 1 November silam. cek videonya di bawah ini.
https://www.youtube.com/watch?v=Sh_7IbFS9-0
Almost Rock Barely Art, tanggal 7 hingga 21 November awak karangtaruna FSTVLST mengadakan Hal-Hal Ini Tervideokan. Mengajak semua khususnya Festivalist untuk menabrakkan lirik Hal-Hal Ini Terjadi melalui video dan akan dipamerkan lewat Koalisi Cakrawala. Ditengah pameran, karang taruna FSTVLST berkesempatan pula pergi ke Makassar untuk njathil di sana dalam Rock In Celebes Festival. 14 Novermber, tak lupa berkunjung ke Kedai Buku Jenny, kerabat, sahabat sekaligus keluarga di sana. Almost Art Gallery Barely Bookstore.

Hal-Hal Ini Terjadi. Mohon maaf jikalau tidak seluruhnya dapat dituliskan pada Kaleidoskop #FSTVLSTmoments2015. Total jadwal jathilan tahun 2015 sejumlah 43 jathilan. Terdiri dari 38 panggung pertunjukan dan 5 panggung partisipan awak FSTVLST (Tanah indah, Bukber, Erwin, FKY, JAWS), Tentu ini semua tidak bisa terlaksana apabila tidak didukung dengan pihak-pihak terkait. Terima kasih untuk pihak yang secara langsung/tidak terlibat dalam perjalanan ke Tanah Indah tahun ini. Persiapkan dirimu untuk jadwal njathilan dan berbagi momen kebahagiaan lainnya di tahun 2016 esok. Almost Rock Barely Art. Setara.
https://www.youtube.com/watch?v=9XYUSX9HyVY
Bagi yang ingin rangkuman khusus bulan Desember silahkan klik video diatas. Untuk selengkapnya simak twitter: @FSTVLST dan @FSTVLSTmerch. Channel youtube: FSTVLSTVDZN

Dan, terima kasih telah mengambil keputusan untuk mendukung FSTVLST.


AKULAH IBUMU - Official Video - HITS KITSCH 2015

Paska rilis HITS KITSCH, FSTVLST memutuskan untuk membuat video klip kedua untuk album ini. Sebelumnya video klip pertama untuk lagu 'Orang-Orang Di Kerumunan' sudah kami rilis secara resmi di channel youtube kami, klik disini untuk melihat video tersebut. 

Berawal dari obrolan tipis-tipis sejak masa proses persiapan album dengan mas Ganesya Gandoz, seorang teman yang juga sutradara dan film maker untuk berkolaborasi membuat video klip. Obrolan berlanjut menjadi serius, menjadi saling tantang ide dan konsep dan mensinergikannya menjadi sebuah kolaborasi yang maksimal. FSTVLST kemudian memilihkan track berjudul 'Akulah Ibumu' yang dibuat video klip-nya. Sebuah pilihan lagu yang kami tahu tidak akan mudah dikerjakan oleh mas Ganesya bersama timnya, Labide Films. Kenapa menurut kami tidak akan mudah, lagu ini bagi FSTVLST adalah salah satu lagu yang secara konsep termasuk paling kuat di album HITS KITSCH, juga track yang lumayan panjang (hampir 6 menit) dan ada kolaborator vokalis perempuan dalam lagunya. Tantangan menarik bagi FSTVLST dan Labide Films. 

Kerja kolaborasi yang disepakati diawal project berjalan sangat menarik, tumbukan-tumbukan ide makin memperkaya konsep, solusi atas permasalahan teknis yang dihadapi juga semakin mudah disepakati. Prinsip gotong royong menjadi tema besar dalam proses pembuatan video ini, mulai dari man power, pembiayaan, peralatan dan segala aspek teknis lain dijalankan dengan usaha bersama. Beberapa kali brainstorm untuk menyelaraskan logika dan rasa lagu akhirnya memunculkan kesepakatan ide dan rencana eksekusi pembuatan video ini. Dengan tim kecil yang kompak dan bisa bekerja maksimal, proses pembuatan video klip ini berjalan lancar dengan hambatan yang tidak signifikan. Syuting selama 2 hari penuh mengambil lokasi di Pantai Kesirat Gunungkidul, Gumuk Pasir Parangkusumo dan hutan pinus di Imogiri. 

Video 'Akulah Ibumu' tidak secara gamblang menggambarkan isi lagu 'Akulah Ibumu', kami berusaha memberikan lapisan-lapisan atas cerita yang tertulis di teks dan musik di lagu itu dengan visualisasi scene, adegan, figur dan keseluruhan nuansanya. Bukan untuk menyembunyikan makna, namun lebih untuk menajamkan rasa atas apa yang ingin kami sampaikan lewat 'Akulah Ibumu'. Hadirlah sosok lelaki berumur menggambarkan figur kakek atau bapak yang diperankan oleh seorang penggiat dan guru/ dosen ilmu peran, Pak Prit Timothy Prodjosoemantri, lalu sosok penari yang merepresetasikan sosok ibu dan alam semesta yang diperankan oleh Ibu Uti Setyastuti, seorang praktisi dan guru/ dosen tari, dan seorang anak kecil yang muncul di ujung video. Ketiga sosok tersebut adalah kunci dari jalinan cerita dalam video ini, kami tidak akan memaparkan rangkaian-rangkaian premisnya, atau membicarakan kesimpulannya. Silahkan menjalinnya sendiri menjadi cerita yang makna dan rasanya mengendap dengan sendirinya. Klik di sini untuk melihat video 'Akulah Ibumu'.

Video ini pertama kalinya dipresentasikan ke publik di acara Konser TANAH INDAH, Februari 2015. FSTVLST mengucapkan terimakasih kepada mas Ganesya dan tim Labide Films, para talent (cast), pendukung produksi, dan seluruh anda yang telah sekali lagi memutuskan untuk mendukung FSTVLST.

FSTVLST Tanah Indah - 18 Februari 2015 - Purna Budaya UGM

kan kuajak mereka, yang merasa serupa, kan kujemput jiwanya di rumahnya. ruang yang megah menjelajah, waktu yang entah berpihaklah, langit yang pemurah, berkatilah, tanah yang indah.. kami datang.

FSTVLST dan PKKH UGM presents, FSTVLST live in concert TANAH INDAH. Rabu, 18 februari 2015, mulai jam 7 malam, di PKKH UGM (gedung Purna Budaya), Yogyakarta. Adalah presentasi penuh HITS KITSCH, reunian kecil Jenny, Pameran rupa Jenny-FSTVLST, creative sharing-workshop, rilis artikel baru official merchandise FSTVLST dan ajang bersambung daging bertemu daging hati bertemu hati FSTVLST, festivalist dan siapapun anda. Semua terundang.

Mekanisme pemesanan dan pembelian tiket:
1. Tiket dijual dalam bentuk kwitansi yang akan ditukar dengan tiket asli pada hari H.
2. 1 lembar kwitansi maksimal digunakan untuk pembelian 5 tiket.
3. Penjualan tiket akan ditutup pada tanggal 17 Februari 2015 pada pukul 16.00 WIB.
4. Penukaran kwitansi dilakukan pada tanggal 18 Februari 2015 di venue mulai pukul 17.00 – 19.00 WIB.
5. Teman-teman di luar kota dapat memesan tiket melalui www.tiketku.id (pembelian online)
6. Kwitansi tidak boleh hilang karena merupakan satu-satunya bukti pembelian tiket yang sah.
7. Kwitansi yang sah adalah yang berstempel FSTVLST.
8. Untuk info lebih lanjut tentang tiket FSTVLST Tanah Indah harap menghubungi Danang 085327510656 (SMS only)

Terimakasih telah mengambil keputusan untuk mendukung kami, dari waktu ke waktu, dalam bentuk apapun itu. terimakasih.

FAQ HITS KITSCH

FAQ FSTVLST HITS KITSCH BOXSET & DIGIPACK
Pertanyaan yang sering muncul tentang bagaimana mendapatkan album FSTVLST HITS KITSCH

Question: Kenapa saya harus mempunyai BOXSET atau DIGIPACK HITS KITSCH?
Answer:
Engga harus juga sih, yang harus itu: makan kalo laper, tidur kalo ngantuk, bilang kalo suka.. ea..

Question: Jadi, kenapa saya harus beli rilisan fisik HITS KITSCH?
Answer:
FSTVLST sampai sekarang berkarya dan bekerja secara mandiri, termasuk saat membuat HITS KITSCH. Untuk tetap bisa menghasilkan karya dan bertahan hidup, FSTVLST mau ga mau harus cari duit melalui jualan album, jualan merchandise dan manggung. Teman-teman yang memutuskan untuk beli rilisan fisik HITS KITSCH baik dalam bentuk BOXSET atau DIGIPACK tentusaja menunjukkan dukungan kepada FSTVLST untuk terus selalu berkarya.

Question: Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya dukung FSTVLST. btw, ada link download gratis HITS KITSCH engga ea? #ea #eaaaa
Answer:

Dari lubuk hati kami yang paling dalam, mengucapkan terimakasih untuk segala dukungannya. Download gratis album HITS KITSCH (dan juga album atau lagu band lain) adalah bentuk dukungan juga untuk band tapi juga banyak sisi negatifnya. Beberapa kali FSTVLST juga pernah membagi gratiskan beberapa single sebagai bentuk terimakasih kami atas dukungan teman-teman. Untuk HITS KITSCH, kami distribusikan dalam bentuk rilisan fisik. Tentang link download gratis HITS KITSCH ada di sini (klik tautan ini, lalu scroll dan baca sampai ke bawah). 

Question: HITS KITSCH BOXSET & DIGIPACK itu apa sih?
Answer:

HITS KITSCH BOXSET adalah album FSTVLST yang dirilis dalam kemasan kotak exclusive berisi 8 jenis barang: kaset, CD, T-shirt, booklet artwork & lirik lagu, handuk kecil, notebook, totebag, dan sticker set HITS KITSCH.
HITS KITSCH DIGIPACK adalah album FSTVLST yang dirilis dalam kemasan digipack 3 jenis barang: CD, booklet artwork & lirik lagu, dan sticker set HITS KITSCH.

Question: isi HITS KITSCH BOXSET di jual terpisah (eceran) ga?
Answer
:
Isi BOXSET yang dijual terpisah hanya DIGIPACK-nya saja. 

Question: Berapa harga HITS KITSCH BOXSET & DIGIPACK?
Answer:

Harga HITS KITSCH BOXSET Rp. 250.000, sedangkan DIGIPACK adalah Rp. 65.000 (diluar ongkos kirim) (bisa juga COD di LIBSTUD jogja tanpa biaya kirim)

Question: HITS KITSCH BOXSET & DIGIPACK masih ready stock ga?
Answer:

BOXSET ready stock (persediaan terbatas), DIGIPACK ready stock (persediaan masih banyak)

Question: Bagaimana cara pembelian HITS KITSCH BOXSET & DIGIPACK secara langsung?
Answer:

1. COD (jogja) ke LIBSTUD, Jl Cendrawasih 351B, Pringwulung, Nologaten, Depok, Sleman, Yogyakarta (Nologaten, sebelah barat wisata kuliner Pringwulung/ Ngeban, utara jalan) 0274 530 5643 (Senin sampai Sabtu, 11.00 - 19.00)
2. Datang ke gigs-gigs yang FSTVLST maen, kita pasti buka lapak di sana.
3. Titik distribusi (akan kami update terus).

24 HRS LINE MERCHMAN - 089672337296 (call & sms)

JOGJA
1. LIBSTUD
- jl. cendrawasih 351B,pringwulung, jogja, (barat wisata kuliner pringwulung) 0274 530 5643

2. Sevensoul RSCH Building - Jl. Cendrawasih, Demangan

JAKARTA
1. Demajors - 021 7590 0150

2. Lawless Kemang

WONOSARI GK
1. Monte Cafe samping LP Baleharjo
2. Delivery Kokoc - 0818 0438 0887

SOLO

1. Mars - jl. Soka no.1 Brengosan, Purwosari (samping SS) - 0878 3664 5503
2. Belukar  - Jl. Pandu Dewanta 155, Kartopuran, Solo - 0857 2519 1666

MAKASSAR
1. Kedai Buku Jenny - Perum Budi Daya Permai Blok S no. 5 Tamanlarae 0898 5029 689
 

Follow twitter @FSTVLST & @FSTVLSTmerch untuk info update cepat titik distribusi.

Question: Saya di luar kota (atau saya ga pengen beli online aja), gimana cara beli HITS KITSCH BOXSET & DIGIPACK secara online? 
Answer
:
Kirim SMS ke merchman FSTVLST di nomor 0896 7233 7296 dengan format:

BOXSET/ DIGIPACK (spasi) alamat email (spasi) no hp (spasi) jumlah BOXSET/ DIGIPACK yang dipesan (spasi) nama dan alamat kirim.

lalu ikuti instruksi dari admin kami.

Question: saya udah pre-order HITS KITSCH BOXSET, yang lain udah pada dapet, punya saya kok belum sampe?
Answer
:
Semua pre-order BOXSET yang sudah lunas terbayar sudah masuk tahap pengiriman ke alamat pemesan via eksebisi JNE, sementara yang belum lunas kami tunggu pelunasannya, lalu baru bisa kami kirimkan. Teman-teman yang sudah dapat BOXSET, kebanyakan yang langsung COD di jogja. Mohon bersabar untuk semuanya ya, pelan-pelan satu demi satu album akan terdistribusikan. Sabar adalah sebagian dari HITS KITSCH yang hakiki. :)

Question: Kenapa Jenny ganti nama jadi FSTVLST, kenapa albumnya judulnya HITS KITSCH?
Answer:

Hadehhh.. pada googling aja yak... :D

Dengan membeli HITS KITSCH dan tidak meng-upload-nya, berarti teman-teman menghargai kerja keras dan kesabaran teman-teman untuk mendapatkan HITS KITSCH, dan menghargai kerja keras kami dalam berkarya. Terimakasih banyak telah mengambil keputusan untuk mendukung FSTVLST dengan cara apapun

banyak hal terjadi sejak kami merilis album debut berjudul Manifesto pada tahun 2009, waktu itu band ini bernama Jenny. Salah satu momentum utamanya adalah saat kami harus kehilangan dua personil dalam waktu yang tidak berselang lama. Anis Setiaji (Drums) dan Arjuna Bangsawan (Bass) memutuskan untuk hengkang dari band yang kami bangun bersama sejak tahun 2003 di kampus senirupa ISI Yogyakarta. Pergantian formasi band adalah respon refleks yang kami ambil sebagai usaha sekaligus pernyataan bahwa band ini tidak akan bubar dan berhenti berkarya, maka bergabunglah Danish Wisnu Nugraha sebagai drummer baru (sebelumnya adalah roadies drummer jenny) dan Humam Mufid Arifin sebagai bassis baru (sebelumnya adalah additional guitar player jenny).

Keputusan menanggalkan nama Jenny yang sudah kepalang tanggung kami bela dan perjuangkan selama hampir delapan tahun adalah keputusan krusial yang sangat beresiko. Keputusan yang akhirnya mau tidak mau harus kami ambil karena kami ingin memberikan tempat khusus untuk Jenny di hati kami dan teman-teman yang juga sudah mendukung band ini. Daripada memudar lalu hilang, biarkan jenny mati dan sekaligus hidup kembali selamanya dalam ingatan-ingatan baik. akhir 2011, Jenny berganti nama menjadi FSTVLST (dibaca: festivalist), dengan dua personil baru dan dua Jenny, Roby Setiawan (guitar) dan Farid Stevy Asta (Vocal). Roby, Farid, Mufid dan Danish melanjutkan apa yang sudah diawali oleh Jenny, dengan semangat dan energi yang bisa kami bilang selalu berlimpah menemani.

band ini akan merilis album perdana untuk kedua kalinya. Setelah Manifestonya Jenny, kami akan merilis album perdana FSTVLST dengan judul HITS KITSCH. Setelah melewati proses panjang yang kita sebut dengan FSTVLST RCRD PRJCT (festivalist record project). Selama hampir dua tahun kami melakukan penyelarasan ulang atas berbagai elemen penting di band ini dan juga menjalani proses kreatif pengkaryaan materi-materi baru, termasuk didalamnya mencoba berdialog dan berkolaborasi dengan teman-teman dan orang-orang yang mempunyai visi kemerdekaan dalam berkarya. 

Almost Rock Barely Art, adalah genre bebas ciptaan kami sendiri untuk bukan hanya untuk menyebut tapi lebih sebagai sebuah kesimpulan terhadap apapun yang kami karyakan dalam band ini. Hampir Rock Nyaris Seni, abu-abu memang, namun begitulan bentuk kecurigaan kami, yang entah beralasan atau tidak, mengalir hampir deras dan berdenyut nyaris kencang pada nadi FSTVLST.

HITS KITSCH atau KITSCH HITS, bebas mengurutkan penyebutannya, judul album yang kami potongkan dari lirik pada salah satu track di album ini. HITS dan KITSCH adalah 'hits' dan 'kitsch' itu sendiri, seperti yang setiap orang tau dan punya cara berbeda untuk melihat dan memaknainya. Sedangkan kami, saat melihat hal-hal yang terjadi di sekeliling jauh dan dekat kami, HITS dan KITSCH adalah anak haram dari perkawinan antara selera dan kepentingan-kepentingan, yang bisa berwujud sangat indah dan menularkan kebahagiaan, namun juga bisa menjadi kebusukan tak tertolong yang menyebar menggerogoti menebar ketidakbaikan. HITS KITSCH adalah apa yang kami lihat, dengar dan rasakan saat-saat ini, lalu kami makan, lalu kami hakimi dengan selera kami, lalu kami muntahkan kembali menjadi 10 track HITS KITSCH dengan sebuah alasan kepentingan sederhana kami, yaitu: berkarya sampai Tuhan tak berkenan.

untuk HITS KITSCH, bebunyian Roby dan teks farid dikerjakan secara paralel dan bisa dikatakan terpisah oleh keresahan khusus masing-masing yang ternyata juga tersambung dengan sendirinya saat menjadi materi bahan yang kemudian dikayakan bersama Danish dan Mufid di ruang studio. Ritual berkarya yang sejauh ini paling pas bagi kami, bahkan sejak album Manifesto. Track demi track dalam HITS KITSCH membicarakan tentang hal-hal yang terjadi tidak jauh dari kami. Kami tidak mau mengarang sesuatu yang tidak pernah kami alami dan rasakan, itu adalah patron utama harus kami jaga. Maka dari itu, tema-tema yang kami tawarkan dalam HITS KITSCH adalah tema-tema sederhana dan kadang cenderung sepele, jauh dari wacana-wacana besar. Tentang apa bagaimana cerita di belakang setiap track, sudah ada di sana semua, dalam bunyi-bunyiannya dan teksnya, dengarkan dan baca saja, tidak ada yang kami sembunyikan.

album ini tidak akan kami papar-tawarkan dengan gambaran-gambaran yang mengada-ada, setelah album ini rilis malam ini, apapun yang kami paparkan di atas serta merta menjadi nihil lagi, tidak bermakna apa-apa kecuali subjektifitas kami sebagai pengkarya. Selanjutnya, HITS KITSCH adalah milik siapa saja, silahkan merabanya, silahkan mengecapnya, silahkan menghakiminya dengan selera, silahkan mengukurnya dengan variabel bebas dan konstanta liar, seliar-liarnya, sebebas-bebasnya, semerdeka-merdekanya. Apakah album ini kemudian menjadi album yang keren (hits) atau album yang berselera rendah (kitsch), kami sudah tidak terlalu peduli lagi. Selagi kami masih bisa berkarya dan membaginya, rasanya sudah tidak harus mencari apa-apa lagi.

Dengan ini, dengan sangat berbahagia, kami FSTVLST mengumumkan, album perdana kami HITS KITSCH resmi dirilis. Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh tim kerja, para kolaborator, teman-teman festivalist dan siapapun anda yang telah mengambil keputusan untuk mendukung FSTVLST dengan cara apapun. Selamat berbahagia.
Tracklisting FSTVLST HITS KITSCH

Track 01. Orang-orang di kerumunan
Track 02. Menantang Rasi Bintang
Track 03. Hujan Mata Pisau (re-recorded)
Track 04. Akulah Ibumu
Track 05. Hal-Hal Ini Terjadi
Track O6. Tanah indah Untuk Para Terabaikan Rusak dan Ditinggalkan
Track 07. Bulan Setan Atau Malaikat
Track 08. Satu Terbela Selalu
Track 09. Hari Terakhir Peradaban (re-recorded)
Track 10. Ayun Buai Zaman

Track 11. (on cassete) The Only Way (Acoustic)
Track 12. (on cassete) Menantang Rasi Bintang (Demo)

berikut adalah teaser 10 track HITS KITSCH (klik di link ini)

HITS KITSCH dirilis dalam bentuk:
- blackpack berisi cd HITS KITSCH + poster/ lyrics, Rp. 45.000 (AVAILABLE)
 - digipack berisi cd HITS KITSCH, Rp. 65.000 (SOLD OUT)
- boxset berisi digipack (cd HITS KITSCH, artworks booklet an sticker pack), T-shirt, handuk kecil, notebook, dan kaset seharga Rp. 250.000 (SOLD OUT)
 



DOWNLOAD GRATIS HITS KITSCH DISINI







HITS KITSCH dirilis dalam bentuk:
- blackpack berisi cd HITS KITSCH + poster/ lyrics, Rp. 45.000 (AVAILABLE)
 - digipack berisi cd HITS KITSCH, Rp. 65.000 (SOLD OUT)
- boxset berisi digipack (cd HITS KITSCH, artworks booklet an sticker pack), T-shirt, handuk kecil, notebook, dan kaset seharga Rp. 250.000 (SOLD OUT)



Video Orang-Orang Di Kerumunan


tanggal 22 juli 2014, bertepatan dengan momentum pengumuman hasil rekapitulasi pemilu 2014, FSTVLST merilis video resmi untuk single terbaru 'orang-orang di kerumunan'. video ini adalah rangkaian dari footage-footage yang kami ambil (pinjam) dari berbagai sumber. bukan apa-apa kecuali berisi harapan, hal-hal yang terjadi di video ini tidak akan terulang lagi di masa depan indonesia. video ada di tautan ini.   

orang-orang di dalam kerumunan berjejalan di lingkaran, mengitari satu altar sesembahan, mereka menari dengan mata terpejam kerasukan, jiwanya sudah tak lagi bersemayam. lalu meracau, tak setuju maka beda kubu, tak sepaham lantas baku hantam, yang seiman saling menerakakan, merekalah kerumunan yang lupa, kerumunan yang lupa, bahwasanya mereka kau dan ku sama, hanya manusia, sama manusianya, yang seharusnya, saling peluk selayak saudara, saling jaga seperti keluarga, berbagi cinta berbagi bahagia, menjauhi kerumunan yang lupa, kerumunan yang lupa, bahwasannya aku kau mereka sama. turut berbela sungkawa atas sekaratnya jiwa para berkerumun tertawa-tawa di sh sh sh sempitnya ruang bahagia yang seharusnya luas tak terbatas, dan turut berduka cita, atas tak berartinya bunga, terganti umpat, benci, caci, maki, bunuh dan lukai. benci dan lukai

disclaimer: video ini dibuat bukan untuk kepentingan komersial, menggunakan footage dan foto yang diambil dari berbagai sumber di internet. kami tidak memegang hak cipta atas footage dan foto tersebut. di dalam video ini mengandung banyak adegan kekerasan yang tidak patut untuk dicontoh.

FSTVLST MENOLAK LUPA - HIDUPLAH NUSANTARA RAYA

HITS KITSCH dirilis dalam bentuk:
- digipack berisi cd HITS KITSCH, artworks booklet an sticker pack seharga Rp. 65.000 (available)
- boxset berisi digipack (cd HITS KITSCH, artworks booklet an sticker pack), T-shirt, handuk kecil, notebook, dan kaset seharga Rp. 250.000 (edisi pertama dicetak terbatas sejumlah 350 pcs) (available - limited)

HITS KITSCH boxset dan digipack bisa didapatkan via:
- merchman kami, dito 089672337296
- LIBSTUD, jl. cendrawasih 351B, pringwulung, jogja, 0274 530 5643
- dan beberapa titik distribusi yang akan segera kami publikasikan
 

 

Cinta Untuk Jenny

Semalam, saat sedang berusaha menikmati hiruk pikuk hajatan politik bangsa ini di sebuah stasiun tivi, kawan yang selalu menemaniku menikmati semua suguhan akhir pekan di Jogja dua tahun lalu mengirimiku sebuah link lagu Jenny dari akun soundcloud FSTVLST melalui akun twitternya. Segera kubuka link yang ia kirimkan. Disana tertera lagu yang berjudul Jenny Menarilah. Saya agak terperanjat dan sedikit kaget karena tak pernah tahu kalau FSTVLST pernah mengunggah lagu ini. Kuingat-ingat lagi apa judul ini ada di materi album HITSKITCH dan juga tak kudapati lagu ini. Tak lama lagu ini mengalun di ruang dengarku dengan terbata-bata karena kuota internetku yang memang sudah sekarat dan diperparah dengan power ponselku yang mulai melemah lalu kemudian mati dan minta diberi energi baru. Jenny Menarilah yang ternyata adalah versi akustik dari Dance Song akhirnya terinterupsi padahal baru saja akan kurangkai rindu untuk Jenny. Tapi kerinduanku segera menemui awalannya saat si kawan yang juga adalah tetanggaku datang dengan kuota internet yang lebih cepat dan akhirnya kerinduan terhadap Jenny yang begitu terasa pada Dance Song versi akustik ini kembali kami rangkai sambil membiarkan atap rumah yang kami tatapi berubah menjadi kelebatan cerita masa lalu saat pertama kali mengenal Jenny. Sesi ini kami sudahi karena sadar ternyata malam sudah menua.

Pagi tadi, di tengah rasa yang tak mengenakkan di perut dan memaksaku harus bolak balik toilet, kubuka buku yang berisi tulisan-tulisanku dan ibu dari kedua anakku yang kami dedikasikan untuk anak pertamaku. Buku itu bertajuk Maha Tanpa Huruf Kapital. Kubuka lembar demi lembar dan kubaca setiap tulisan yang kami tulis beberapa tahun lalu. Lalu rasa rindu kembali menyelinap pelan saat kubaca tulisan istriku tentang Jenny. Tulisan yang ia buat tak begitu lama setelah panggung Jenny yang kudatangi pertama kali. Dan setelah membacanya kembali, kemudian kuberpikir untuk merepost nya kembali di blog ini. Hanya untuk sekedar berbagi cerita dan energi. Silahkan membaca....

Seperti biasa, aku selalu tahu saat komrad menyukai sesuatu. Dalam tiap perbincangan kami , dia pasti tidak akan lupa menyelipkan segala hal tentang yang ia sukai itu. Aku lupa tepatnya kapan, seingatku setelah ia menyaksikan konser musik yang diadakan oleh sebuah kampus di Jogja sana. Komrad menikmati sisa harinya di sana untuk menikmati segenap”keramahan” Jogja. Aku dan komrad punya selera musik yang hampir sama. Terlepas bahwa semua lagu, musik, adalah sebuah karya yang patut diacungi jmpol, kami tidak berhenti menertawai industri musik yang juga tidak brhenti menelurkan generasi cengeng yang mendayu-dayu. Tapi jujur, kami juga sering menikmati lagu-lagunya. Karena terlalu sering didengar, kami juga tahu banyak liriknya. Tapi, itu tidak menghentikan cercaan dan rasa miris akan generasi musik yang dihadapi “maha” bertahun-tahun ke depan.


Oh yach, malam itu komrad mengenalkanku dengan Jenny. Komrad, tidak berhenti mengutarakan kekagumannya malam itu. Dan aku tahu, dia sedang jatuh cinta. Awalnya, aku tidak terlalu bersemangat, aku tahu komrad selalu punya harapan besar lewat karya musik yang bisa dijadikan instrumen membangun karakter bangsa. Cerita komrad yang sesekali terputus karena ia mendendangkan musik jenny sekaligus, membuatku mulai penasaran. Toh kita tahu beberapa band alternative yang lagu-lagunya diperdengarkan pada maha sejak dini, itung-itung sebagai counter atas gempuran musik-musik anak muda kebanyakan.


Di hari-hari berikutnya, komrad tidak berhenti membicarakan Jenny. Di ujung telpon aku bisa tahu bagaimana ekspresinya. Sampai pada satu hari, aku betul-betul tertarik saat komrad menegenalkan lagu “Maha Oke”. Karena koneksi internet yang tidak terlalu mudah untuk kuakse mengingat kesibukan sebagai ibu, sampai hari ini aku belum mendengar lagunya. Namun, komrad telah membacakan liriknya. Dan kalian tahu, aku terkesima. Bukan hanya karena ada kata “maha” di sana, yang selama ini menjadi panggilan si kecil kami, tapi liriknya secara keseluruhan mengagumkan, berbicara tentang ketauhidan, dan kepercayaan, pada Sang Maha Oke, satu-satunya Maha Ok dianatara semua yang Ok. Dia mengemasnya sangat anak muda.


Setelah itu, “Maha Oke” tidak berhenti dibicarakan. Apalagi setelah maha kami mendengarnya lewat telpon melalui suara bapaknya. Ia tertawa terkekeh, sambil mengualnginya. Katanya “ mammma oce…mamma oce…. Jika bapak komradnya menelpon dia pun selalu bertanya” bapak oce? Ibu oce? Mammmma (caranya menyebut maha)oce?” lalu tertawa. Seringkali saat beraksi di rumah, mengambil jimbenya dan berteriak “mammma oce…mamma oce…, sambil mlompt-lompat dan bersemangat.” Si kecil kami, tahunya lagu ini, adalah lagunya. Lagu untuknya.


Beberapa waktu lalu, pembicaraan tentang jenny semakin gencar, apalagi saat “Hari Terakhir Peradaban” akan diluncurkan. Komrad bilang “ seperti menunggu sebuah kelahiran”. Dan sesaat setelah komrad mengakhiri penantiannya, lirik hari terakhir peradaban ia bacakan. Aku terenyuh. Yah aku sadar “ aku salah satu diantaranya”


dan inilah harinya banyak wanita

menjadi budak atas kelaminnya
memeluk agama tanpa tuhan
yang ibadahnya adalah belanja

Toh seberapa kuat, aku memusuhi nafsu belanja, ia selalu tumbuh seperti jamur, merayu seperi iblis. Begitu pikirku saat komrad membacanya di ujung sana.


Tidak seperti biasa, aku bisa menggambarkan wajah, bentuk personil band saat telah mengetahui lagu-lagunya, kali ini tidak. Komrad hanya bilang kalau mereka tamatan ISI. Dan, beberapa malam lalu, saat komrad pulang dari malam “mudanya”, menikmati konser Jenny sambil jingkrak-jingkrak dan teriak. Wahhh…, dia memberi tahu beberapa hal yang unik. Aku semakin penasaran. Akhirnya, beberapa lagu Jenny singgah juga di komputer ini, komputer yang jarang dibuka, karena harus menunggu maha terlelap dulu, atau jika tidak, ia pasti hanya akan meminta diputarkan lagu Ipin-Upin, berkali-kali hingga bosan.


Pagi ini, entah karena apa, saat memyalakan komputer,maha tidak  merengek meminta diputarkan Ipin Upin, maka kudengarkan lagunya Jenny. Agenda yang tertunda sejak dua hari lalu. Musiknya yang menghentak, membuat maha mengambil gitar kecilnya, mengikuti ibunya, bergaya rocker, mengibaskan rambutnya, menggoyangkan badan dan kepalanya, menikmati lagu “ Menangisi Akhir Pekan”. Kami tertawa bersama. Aku yakin dia tidak tahu sama sekali ttg lagu ini, dia cuma mengulang kata “tujuh dan ujung”. Setelah habis. Dia bilang “ aji….aji…” lagi katanya.


Lagu ini kami ulang berkali-kali, betul. Aku juga dan semua para pekerja, harus menangisi akhir pekan. Biasanya, akhir pekan selalu menjadi tumbal atas semua penat yang terasa. Tapi, akhir pekan tidak pernah cukup. Akhir pekan selalu berjalan lebih cepat. Karena itulah aku menangisinya. Dan dintara beberapa lagu yang bisa diputar. Aku paling suka lagu itu. Soalnya “Maha Oke” belum kudengar langsung. Namun semua liriknya kuresapi kata demi kata. Keren!!! Hampir semua kusetujui, kecuali mati muda. Saat kuliah dulu, aku selalu ingin mati muda. Mati muda agar tidak bertemu dengan penyesalan. Tapi, semua itu berubah sejak ada “maha”. Aku ingin melihatnya bernyanyi, Menyanyikan lagu Jenny pastinya. Saya sepakat, “Nyala pasti akan padam, tapi sebelum ia benar-benar padam, jentikkan sedikit api di sumbu yang baru, agar ia tidak pernah betul-betul padam”.


Satu hal yang bisa kusimpulkan pagi ini, setelah ditemani beberapa lagu Jenny. Akhirnya aku tahu, kenapa komrad jatuh cinta pada Jenny. Karena aku juga mulai jatuh cinta. Semoga banyak cinta yang tumbuh pada band seperti Jenny, yang tidak memburamkan masa depan musik generasi muda mendatang. Generasi maha.


ibunya maha


Saya mencoba membedah mengais-ais ingatan saya yang berjejalan bertumpuk di saku rekam otak. Benar saja semua tidak raib begitu saja, saya merentas sebuah moment dipertengahan 2011. Saat itu dibilangan Gejayan event musik lokal bertajuk ‘'Block Party' sedang dihelat, satu nama baru muncul pada bangunan kotak pertunjukkan. Tampak kain putih membentang menutup muka panggung, dari dalamnya tampak empat sosok tubuh menjelma sebagai bayangan dari balik kain, sorot pijar lampu menyala terang mencoba mengeja dan melafalkan abjad-abjad yang tertulis pada bentangan kain putih itu, tersebutlah FSTVLST. Ya, semacam prosesi kelahiran jabang bayi atau reinkarnasi perwujudan dari anak gadis 8 tahun yang bernama Jenny.

Kini hampir 3 tahun rekam jejak mereka, nama itu semakin berkilau menyilaukan mata para pelajar, mahasiswa sampai kelas para pekerja. Mendoktrin lewat lubang kecil telinga dengan track-track ampuh yang memperdaya. Ditambah peminat-peminat baru yang ingin lebih dekat mengenal namun masih sungkan dan malu-malu. Mereka semua adalah FESTIVALIST, penikmat dan kerabat dari FSTVLST sendiri yang semakin tumbuh dan besar, dengan pupuk kesetaraan yang mereka tebar pada altar-altar panggung dan pertunjukkan.

Dalam kurun waktu sepak terjang mereka selama ini, FSTVLST memposisikan diri tidak hanya sebagai band, namun juga teman dan pengayom untuk teman-teman FESTIVALIST, memberdayakan mereka untuk tidak hanya menjadi penikmat tapi juga dapat beperan sebagai pelaku langsung dalam berbagai kegiatan. Terbukti beberapa gelar karya pertunjukkan musik seperti FESTIVALIST #1 hingga FESTIALIST #3 dengan berbagai tema dan maksud yang kesemuanya disengkuyung oleh teman-teman FESTIVALIST sendiri, mampu menjadi ajang pertemuan lintas generasi, lintas genre, bertukar pikiran dan mengenal teman-teman baru. Hal itu terlihat dari orang-orang yang datang dengan pembawaan diri yang berbeda-beda. Selain itu dapat juga dijadikan sebagai arena unjuk gigi, bagi band-band lokal baru dan pelaku lama yang tidak mendapatkan jatah tempat sebagai pengisi dan penghibur event PENSI di Jogjakarta.

FSTVLST sendiri dalam kurun waktu 2013 disibukkan oleh penggarapan album perdana mereka 'HITS KITSCH', keseriusan itu tampak dari rangkaian proses kreatif yang bertajuk FSTVLSTRCRDPRJCT (FSTVLST RECORD PROJECT), sebuah pertanggung jawaban mereka atas karya yang sangat dinantikan oleh para FESTIVALIST.Kini kabarnya proses itu akan sampai pada puncaknya, HITS KITSCH merangkum 10 track yang  beberapa diantaranya sudah sering sekali dilantunkan disetiap pementasan FSTVLST.

Yang menarik dalam album tersebut, FSTVLST menawarkan lirik dari semua lagu dengan bahasa Indonesia, tentu penggarapan  dan penulisan lirik yang tidak gampang untuk genre musik yang seperti FSTVLST usung sekian lama ini.

Pada 28 November 2013 lalu, FSTVLST merilis sebuah single yang terdapat dalam album HITS KITSCH yang berjudul Ayun Buai Zaman, disusul pada 12 April 2014 lalu FSTVLST kembali merilis single kedua dari album ini yang berjudul Orang-Orang Di Kerumunan, dengan antusiasme yang besar dari para khalayak terhadap dua track ini, membuatnya mampu bercokol diradio-radio dengan euforia yang masih terasa sampai saat ini. Sekaligus mampu menjadi penawar tidur atas jelaga dalam  penantian panjang para FESTIVALIST tentunya. Jika menyimak dari 2 track yang telah mereka umbar tentu memunculkan pertanyaan bahkan pernyataan, orang akan menjadikan Jenny sebagai sebuah perbandingan, sah-sah saja.

Perbedaan yang mencolok jika dikaitkan dengan materi yang terangkum pada debut album Jenny “MANIFESTO”, namun dipenglihatan saya yang tidak paham betul tentang musik, malah akan menjadi pertanggung jawaban yang gagal jika FSTVLST mengangkat lagi bebunyian-bebunyian lama seperti yang pernah ada pada masa emas Jenny dahulu, jika sementara FSTVLST tidak mampu untuk meraih atas apa yang pernah Jenny capai saat itu, lalu akan muncul perbandingan-perbandingan panjang dibelakangnya lagi. Dan hal yang positif menurut saya dengan racikan FSTVLST saat ini, lewat pencarian-pencarian indentitas sekian lama ini, mengais lagi yang pernah ada, atau hal-hal baru yang mereka temui mempengaruhi cara pandang bermusik, memperkaya dan mendewasakan karya-karya mereka. Gebukan Drum Danish yang tidak lagi terlalu disibukan oleh hi-hat ala New York Sound, serta suara raung Guitar Roby yang berani mengexplore habis-habisan bebunyian efek digitalnya, menunjukan FSTVLST berani keluar dari kotak-kotak tertentu. Dan gaya bernyanyi Farid dengan artikulasi yang sangat jelas mempertegas melafalkan lirik demi lirik, membungkus kata dan bahasa dengan baik jauh dari gaya bermalas-malasan ala Julian, tentu dengan maksud atas apa yang mereka sampaikan dapat masuk keindra dengar pendengarnya, dan dapat meninggalkan kesan dari setiap isi lagunya.

Namun masih terlalu pagi mengupas amunisi-amunisi baru FSTVLST, hanya dengan 2 lagu anyar yang belum lama ini mereka rilis, Tentu tidak cukup dijadikan sebagai cerminan dan bahan baku menilisik lebih jauh sebuah album.

HITS KITSCH memberikan kita ruang tunggu untuk duduk bersantai mencicip teh, lalu membenamkan mata kita pada media-media sosial yang ramai berjejalan meletakkan namanya. Ya, sebelum rilis album nanti proses pre-order telah dibuka oleh FSTVLST lewat media-media sosial mereka. Menawarkan paket terbatas berupa BOXSET yang didalamnya terdapat TOTEBAG, HARDCOVER BOX, ARTWORKS BOOKLET, CD, CASSETE, STICKER SET, NOTEBOOK, TEES, SMALL TOWEL dengan harga Rp. 250.000. Strategi yang jitu untuk sebuah band mandiri, mereka orang-orang yang menghidupi sebuah band, bukan orang-orang yang hidup/numpang didalam sebuah band. Orang-orang pelaku kreatif yang patut kita apresiasi atas karya-karyanya.

Yogyakarta, 16 mei 2014

foto dari tumbr: trulicious

Memilih Utuh Dalam Karya

Di hampir pertengahan April kemarin, oleh salah satu media sosial saya diberi kabar kalau FSTVLST beberapa jam lagi akan merilis single berikutnya yang juga akan menjadi amunisi di album baru yang semoga tak lama lagi akan diperdengarkan ke khalayak. Sebelumnya mereka telah merilis Ayun Buai Zaman yang membuatku harus berada tak jauh dari laptop sambil streaming lagu itu yang diputar berkali-kali di salah satu radio QWERTY berbasis di kota Jogja sebelum akhirnya mendapatkan link unduh dari radio ini juga. Dan itu saya lakukan sambil mengayun si kecil. Jadi sambil mengayun sekaligus mendengarkan dengan seksama untaian Ayun Buai Zaman. Benar-benar perpaduan yang kompleks dan membahagiakan. Tepatnya sangat bahagia meski ada rindu terselip di setiap akhir nada.

Orang-Orang di Kerumunan, begitu mereka (baca: FSTVLST) menamai single yang mereka rilis dengan cara yang tak biasa, seperti biasanya, di hampir pertengahan bulan April kemarin. Jadi pada waktu yang ditentukan, single ini diputar secara serentak di beberapa radio di beberapa kota. Saya sendiri segera mempersiapkan segala sesuatunya agar tidak kelewatan momentum penting ini. Aplikasi radio QWERTY yang ber-tagline “Karena Galau Adalah Harapan” segera kuunduh dengan harapan disaat lagu itu dirilis dan diperdengangarkan atau direquest oleh para Festivalist, saya juga tak ketinggalan.

Mungkin anda percaya kalau segala yang anda benar-benar tunggu,maka biasanya akan ada hambatan kecil yang merintang. Kira-kira seperti itu yang saya rasakan malam itu. Saat media sosial member kabar kalau Orang-Orang di Kerumunan sudah bisa direquest, saya lalu beranjak ke radio online yang sebelumnya sudah kuunduh aplikasinya dan kemudian kuaktifkan. Tapi hingga beberapa jam radio itu selalu off-line. Upaya yang lain kucoba juga tak berhasil. Saya mulai panik karena merasa akan kehilangan momentum. Lalu segera kulayangkan pesan via akun kicauku ke akun kicau resmi FSTVLST meminta agar lagu itu dishare ke salah satu radio di Makassar. Meski diiyakan tapi hingga keesokan harinya lagi itu belum juga kudengar. Dan akhirnya Orang-Orang di Kerumunan bisa kudengar dengan puas sambil menghayati setiap inci lagu itu beberapa hari setelah pertama kali ia diperdengarkan di udara.

Sebelum kemana-mana, saya sebenarnya ingin bercerita sesuatu yang menghampiri saya saat sedang panik-paniknya karena setelah beberapa jam tak juga bisa menjadi “orang-orang pertama” yang mendengarkan “Nasehat Bijak” khas FSTVLST di lagu barunya. Jadi sesaat setelah berkicau di akun twitter Kedai Buku Jenny meminta lagu itu dibagikan ke radio-radio di Makassar agar kami juga bisa mendengarkan, tak berapa lama salah seorang dari Festivalist meminta link unduh Orang-Orang di Kerumunan. Hal serupa juga dilakukan beberapa Festivalist saat mereka belum kebagian link unduhan Ayun Buai Zaman.

Saya yang masih tengah berusaha agar bisa mendengarkan langsung dari radio, mendapatkan kicauan itu tentu agak reaksioner tapi akhirnya tertawa. Bagaimana bisa memberi lawong saya juga masih berusaha. Dan kalaupun saya punya saat itu, hampir pasti tak akan saya beri. Dan saya punya beberapa alasan untuk pilihan tak memberi itu. Pertama, bukannya kikir atau semacamnya tapi saya ingin saja teman-teman ini menikmati kepanikan yang berbalut kerinduan, seperti yang saya rasakan, karena yang ditunggu tak juga kunjung menyapa dan mengetuk pintu. Dan menjumpai sesuatu atau seseorang yang dirindukan dengan perjuangan yang lebih selalu mempunyai sensasi dan cita rasanya sendiri. Dan perjuangan untuk mencapai apa saja bukankah memang membutuhkan kesabaran ekstra? Dan akhirnya perpaduan antara kesabaran dan perjuangan adalah amunisi ampuh untuk mencapai kualitas hidup sebagai manusia. Manusia yang tak akan mudah berpaling hanya karena ayun buai zaman yang sering melenakan dan membuat kita menjadi bagian dari kerumunan mereka yang lupa. Hmm..

Sejak kembali ke Makassar dan mulai merapikan semua mimpi-mimpi di kedai buku yang kami kelola, saya mulai bertemu dengan anak-anak muda pekerja seni (ben-benan) di kota ini dan bercerita banyak hal. Mereka punya banyak mimpi yang belum diwujudkan. Mimpi untuk menghasilkan karya yang bagus, bagus tidak hanya untuk pencapaian pribadi tapi untuk kehidupan bersama, untuk kota yang kami naungi bersama. Berkali-kali kami bertemu dan berdiskusi hingga akhirnya kami di Kedai Buku Jenny sepakat bahwa mimpi mereka juga adalah mimpi kami dan sudah saatnya untuk saling membantu dan mengerjakannya bersama-sama. Karena untuk mencapai mimpi-mimpi itu ternyata memang tak begitu mudah.

Agak tak adil rasanya menuntut mereka membuat karya yang baik dan berkualitas dan lalu menuntut mereka juga untuk mendokumentasikan semua yang mereka lakukan sendirian. Menuntut mereka memproduksi karya-karya inspiratif tapi kita masih juga tak punya cara yang baik untuk mengapresiasi upaya serius yang mereka lakukan. Karena itu, kami coba mengapresiasi kerja keras mereka dengan cara kami. Menyediakan ruang distribusi komersial karya mereka meski kami sangat tau diluar sana link unduhan lagu-lagu mereka terbagi cuma-cuma,  membuka ruang diskusi tentang apa saja yang “beyond music” dengan harapan akan memberi sentuhan lain pada karya-karya teman-teman berikutnya meski ruang dikursus tentang tema-tema ini masih jarang di kota ini. dan hingga kini kami masih saja memutar otak untuk menemukan metode-metode baru untuk mengapresiasi dan mengagregasi karya-karya teman-teman kami itu. Singkatnya, apresiasi yang anda berikan sebaiknya dapat menjadi serupa amunisi baru bagi lahir dan berkualitasnya karya-karya berikutnya. Selemah-lemah iman yah belilah rilisan fisik karya-karya mereka yang anda tau menghasilkan karya dengan tak mudah dan punya mimpi besar di karya itu. Dan inilah alasan kedua dan terakhir saya.

Terakhir, ini memang soal pilihan. Pilihan untuk menjadi bagian penting dari keseluruhan karya atau anda memilih menjadi bagian dari mereka yang puas dengan hanya menikmati tanpa apresiasi. Silahkan memilih!

Oh iya, kemarin saya mendapatkan kejutan dari istri. Baru berencana mau order album boxet FSTVLST eh ternyata dia sudah ngorder duluan. What a surprise!

Makassar, 1 Mei 2014
Belia Pagi

debut album FSTVLST - HITS KITSCH - pre order BOXSET



long awaited debut album from the almost rock barely art band

FSTVLST - HITS KITSCH

10 tracks
- ayun buai zaman
- bulan setan atau malaikat
- orang - orang di kerumunan
- hari terakhir peradaban (re-recorded)
- hujan mata pisau (re-recorded)
- hal - hal ini terjadi
- tanah indah untuk para terabaikan, rusak dan ditinggalkan
- satu terbela selalu
- menantang rasi bintang (full version)
- akulah ibumu

available in boxset album:
 cd, cassete, totebag, tees, stickers, artworks booklet, notebook, small towel, hardcover paper box.

Rp. 250.000

PRE ORDER - FSTVLST HITS KITSCH BOXSET

via email: kirim email ke fstvlstshp@gmail.com dg subject: FSTVLST HITS KITSCH BOXSET
via sms: kirim sms ke 0896 7233 7296 dengan format: FSTVLST HITS KITSCH BOXSET

akan kami balas dengan form pre order, isi dengan lengkap, kirimkan kembali ke alamat email atau nomor sms tadi. pembayaran dengan DP Rp. 150.000 atau langsung lunas, maksimal 7 hari setelah konfirmasi pre order dari tim kami. boxset akan dikirim minimal 30 hari setelah pembayaran DP

untuk info lengkap, sms atau telfon ke nomor hotline: 0896 7233 7296 (dito)

terimakasih,

FSTVLSTMNGMNT