Panggung dan Ruang Belajar

Guyuran air dari mobil pemadam kebakaran yang sengaja disiapkan pada gigs malam itu tidak cukup membuat pasangan kekasih disampingku merasa terusik. Saat guyuran air terlihat dari atas deras menyerang, si lelaki dengan sigap memayungkan jaketnya buat sang kekasih lalu setelah itu jemari kembali saling menggenggam erat. Sungguh mesra. "Ah  anak muda" ujarku pelan. 
 
Pasangan yang tak jauh dariku yang berdiri di sebelah kiri panggung ini betul-betul tak berhenti merebut perhatianku diantara bait lirik dan pesan-pesan yang tersampaikan dari FSTVLST malam itu. Si lelaki bagiku cukup menjalankan perannya dengan baik sebagai sang pelindung. Tidak hanya saat guyuran hujan palsu hendak menyerang, bahkan saat keributan kecil terjadi di tengah hiruk pikuk panggung, si lelaki tampil gagah melindungi. What a man! Setelah keributan kecil itu, mereka berdua kembali ke posisi semula dan bersama bernyanyi bersama Festivalist lainnya. Untuk yang satu ini kulihat si perempuan kecil itu yang begitu bersemangat. Si lelaki sepertinya tak terlalu khusyuk karena harus terus berjaga...hahaha...mereka benar-benar merayakan kebahagiaan malam itu, entah karena apa. Mungkin saja mereka berdua baru saja melewati ujian akhir sekolah atau demikianlah usaha mereka berdua merenda kata yang mereka namai cinta. Cinta khas anak muda. 

Apakah ulah pasangan muda ini telah berhenti mencuri perhatianku? Ternyata tidak. Beberapa saat kemudian, giliran si perempuan kecil ini yang membuatku tertawa kecil. Saya tertawa karena ulahnya memang lucu dan juga membuatku kagum. Ulah lucunya ini terjadi ditengah FSTVLST membawakan nomor Hari Terakhir Peradaban. Saat lirik 'gila belanja, dan mungkin aku salah satunya,' sambil bernyanyi bersama si perempuan kecil ini mengarahkan kedua telunjuknya menunjuk dirinya sendiri dan berbalik ke arah si lelaki seolah meminta pengakuan dan sekaligus permohonan penebusan dosa mungkin karena ia bagian dari mereka yang gila belanja...hahaha...what a girl!

Tontonan kemesraan pasangan muda-mudi belia ditengah gigs yang mengumbar kebahagiaan berbalut cinta yang mungkin masih ranum tentu bukan malam itu saja kutemui. Dihampir semua gigs FSTVLST yang kudatangi, puluhan pasangan mempertonotonkan kebahagiaan-kebahagiaan serupa. Dan selalu ada potongan adegan dari mereka yang pasti membuatku tertawa tak terkecuali kisah pasangan malam itu. Sekali lagi, bukan hanya karena selalu ada kelucuan-kelucuan dari tingkah mereka, tapi karena ulah mereka saya selalu mendapat pelajaran atau paling tidak ide untuk berbuat sesuatu misalnya tulisan pendek ini.  

Ulah perempuan kecil yang seolah dan semoga saja memang 'sadar' telah menjadi bagian dari mereka yang menjadikan aktivitas belanja tidak sekedar sebagai media pemenuhan kebutuhan semata, namun telah dijadikan sebagai ajang mempertontonkan sisi buas hawa nafsu dan fase menuju pengakuan-pengakuan semu tentu adalah oase kecil ditengah hingar panggung. Artinya panggung, bait syair, dan oktaf nada tak berhenti di tepuk tangan tapi selalu ada ruang belajar dan refleksi. Sesempit apa pun ruang itu, ia pantas disyukuri. Bukankah usaha untuk menjadi benar-benar manusia tak mengenal ruang dan waktu. Makanya kita akan terus belajar. Termasuk di panggung-panggung yang kita datangi bersama orang-orang yang kita kasihi.

Bersyukurlah karena kita masih bisa belajar.

Belia Pagi  

No comments:

Post a Comment