Album Baru dan Inspirasi

“Kalau memang itu pintamu, ya sudahlah!” Entah sedang bercerita apa saat itu, tiba-tiba saja sepenggal kalimat itu meluncur lalu kemudian disambut dengan derai tawa kami bertiga. Tapi belum lagi derai tawa itu berhenti memenuhi ruang garasi yang disulap menjadi tempat tinggal itu, tiba-tiba si pemilik “rumah” beranjak dari tempat duduknya hendak mencari sesuatu. “Tunggu sebentar ya,” pinta si pemilik rumah agak terburu-buru. Setelah membongkar beberapa tempat penyimpanan, akhirnya barang yang dicarinya ditemukan juga. Buku catatan berwarna hitam yang oleh pemiliknya dinamai “kitab.” Buku yang hampir selalu kulihat disetiap panggung yang digelar si pemilik rumah bersama ben-benannya.

Sampai kitab itu ditemukan, saya belum ngeh juga apa hubungan antara kitab itu dengan sepotong kalimat yang barusan kuucapkan dan kemudian disambut derai tawa itu, sampai kemudian si pemilik rumah menuliskan ulang sepotong kalimat tersebut. “kelak ia akan muncul dalam lagu, entah yang mana,” kalau tak salah begitu ucap sang pemilik kitab setelah selesai menuliskan kalimat pendek itu. Dan kami bertiga kembali memenuhi ruang yang lantai duanya dulu adalah tempat jemuran itu dengan tawa renyah. Tak lama kemudian, oleh si pemilik rumah yang meski rada sempit namun tetap artistik itu kami diperdengarkan dua lagu baru yang akan ada di album baru ben-benannya, FSTVLST. Mendengar dua lagu itu, kami betiga hanya terdiam. “Ah, kapan album yang sepertinya bakalan keren ini jadi?” tanyaku dalam hati. Hahaha

Album baru….hmmm…Kapan album baru selesai lalu dirilis? Sepertinya ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan selain pertanyaan kapan ada panggung dan mana yang lebih nikmat antara “produk lokal” dengan “produk luar” di lini masa FSTVLST. Pertanyaan yang kemudian akan dijawab lebih sering oleh Gulita Benderang dengan ajakan untuk bersabar karena bersabar adalah sebagian dari album (baru) katanya. Saya sendiri pernah sekali menanyakan itu ke beliau dan jawabannya sama. Bersabarlah!

Soal album baru ini, tiba-tiba saja pagi ini saya terpikir tentang sebuah kata yang hampir setahun ini seringkali kubaca dan kutulis untuk proyek akhir “sekolahan” ku. Partisipasi! Lalu apa hubungan kata ini dengan album baru? Tak terlalu berhubungan mungkin tapi sepotong adegan di ruangan si pemilik kitab hitam itu sepertinya bisa jadi semacam penunjuk arah bagi kita untuk menghubungkan antara “partisipasi” dan “album (baru).”

Mari kita mulai. Sejak pertama kali bertemu ben ini bersama hiruk pikuk perayaannya, saya selalu merasa tidak fair jika hanya menasbihkannya hanya sebagai “band.” Bagiku ia adalah “keluarga.” Tempat dimana seharusnya kebahagiaan yang sederhana bisa mewujud secara nyata tanpa pretensi dan kehendak apa-apa. Ruang dimana antara “kakak” dan “adik” hanya persoalan siapa yang terlebih dulu mengiyakan untuk menerima tanggung jawab akan hidup dan selebihnya adalah etika sesama manusia. Dan tentunya, menjadi rumah yang asik untuk berbagi dan saling memberi inspirasi.

Nah, disinilah posisi “partisipasi” itu. Saat kita bisa saling berbagi dan memberi inspirasi untuk “kemajuan” keluarga. Dan album (baru) ini adalah bagian dari hajatan untuk memajukan keluarga kita. Bukan begitu? Kalau benar begitu, lanjutan tulisan ini adalah ajakan untuk mewujudkan partisipasi itu secara nyata. Saya berpikir, untuk album ini kita bisa menebar inspirasi dalam bentuk apa pun dan sebisa mungkin upayakan agar inspirasi-inspirasi itu bisa ditangkap dengan mudah oleh saudara-saudara kita di FSTVLST. Kalau pernah membaca kultweet Gulita Benderang tentang bagaimana caranya menulis lirik, maka saya yakin inspirasi-inspirasi itu akan sangat berguna, bolah jadi bukan di album ini atau bahkan tidak di album mana pun, tapi bukan tak mungkin inspirasi-inspirasi yang anda sebar akan jadi “sesuatu” bagi kita di keluarga sederhana ini dalam mengarungi sekolah yang bernama kehidupan. Hah!

Dan selanjutnya, mulailah memberi inspirasi untuk siapa saja dengan jujur tentunya!   

Belia Pagi

*Untuk Mas Gondrong Mistis, thanks atas inspirasinya di perbincangan singkat tadi pagi!

No comments:

Post a Comment