banyak hal terjadi sejak kami merilis album debut berjudul Manifesto pada tahun 2009, waktu itu band ini bernama Jenny. Salah satu momentum utamanya adalah saat kami harus kehilangan dua personil dalam waktu yang tidak berselang lama. Anis Setiaji (Drums) dan Arjuna Bangsawan (Bass) memutuskan untuk hengkang dari band yang kami bangun bersama sejak tahun 2003 di kampus senirupa ISI Yogyakarta. Pergantian formasi band adalah respon refleks yang kami ambil sebagai usaha sekaligus pernyataan bahwa band ini tidak akan bubar dan berhenti berkarya, maka bergabunglah Danish Wisnu Nugraha sebagai drummer baru (sebelumnya adalah roadies drummer jenny) dan Humam Mufid Arifin sebagai bassis baru (sebelumnya adalah additional guitar player jenny).

Keputusan menanggalkan nama Jenny yang sudah kepalang tanggung kami bela dan perjuangkan selama hampir delapan tahun adalah keputusan krusial yang sangat beresiko. Keputusan yang akhirnya mau tidak mau harus kami ambil karena kami ingin memberikan tempat khusus untuk Jenny di hati kami dan teman-teman yang juga sudah mendukung band ini. Daripada memudar lalu hilang, biarkan jenny mati dan sekaligus hidup kembali selamanya dalam ingatan-ingatan baik. akhir 2011, Jenny berganti nama menjadi FSTVLST (dibaca: festivalist), dengan dua personil baru dan dua Jenny, Roby Setiawan (guitar) dan Farid Stevy Asta (Vocal). Roby, Farid, Mufid dan Danish melanjutkan apa yang sudah diawali oleh Jenny, dengan semangat dan energi yang bisa kami bilang selalu berlimpah menemani.

band ini akan merilis album perdana untuk kedua kalinya. Setelah Manifestonya Jenny, kami akan merilis album perdana FSTVLST dengan judul HITS KITSCH. Setelah melewati proses panjang yang kita sebut dengan FSTVLST RCRD PRJCT (festivalist record project). Selama hampir dua tahun kami melakukan penyelarasan ulang atas berbagai elemen penting di band ini dan juga menjalani proses kreatif pengkaryaan materi-materi baru, termasuk didalamnya mencoba berdialog dan berkolaborasi dengan teman-teman dan orang-orang yang mempunyai visi kemerdekaan dalam berkarya. 

Almost Rock Barely Art, adalah genre bebas ciptaan kami sendiri untuk bukan hanya untuk menyebut tapi lebih sebagai sebuah kesimpulan terhadap apapun yang kami karyakan dalam band ini. Hampir Rock Nyaris Seni, abu-abu memang, namun begitulan bentuk kecurigaan kami, yang entah beralasan atau tidak, mengalir hampir deras dan berdenyut nyaris kencang pada nadi FSTVLST.

HITS KITSCH atau KITSCH HITS, bebas mengurutkan penyebutannya, judul album yang kami potongkan dari lirik pada salah satu track di album ini. HITS dan KITSCH adalah 'hits' dan 'kitsch' itu sendiri, seperti yang setiap orang tau dan punya cara berbeda untuk melihat dan memaknainya. Sedangkan kami, saat melihat hal-hal yang terjadi di sekeliling jauh dan dekat kami, HITS dan KITSCH adalah anak haram dari perkawinan antara selera dan kepentingan-kepentingan, yang bisa berwujud sangat indah dan menularkan kebahagiaan, namun juga bisa menjadi kebusukan tak tertolong yang menyebar menggerogoti menebar ketidakbaikan. HITS KITSCH adalah apa yang kami lihat, dengar dan rasakan saat-saat ini, lalu kami makan, lalu kami hakimi dengan selera kami, lalu kami muntahkan kembali menjadi 10 track HITS KITSCH dengan sebuah alasan kepentingan sederhana kami, yaitu: berkarya sampai Tuhan tak berkenan.

untuk HITS KITSCH, bebunyian Roby dan teks farid dikerjakan secara paralel dan bisa dikatakan terpisah oleh keresahan khusus masing-masing yang ternyata juga tersambung dengan sendirinya saat menjadi materi bahan yang kemudian dikayakan bersama Danish dan Mufid di ruang studio. Ritual berkarya yang sejauh ini paling pas bagi kami, bahkan sejak album Manifesto. Track demi track dalam HITS KITSCH membicarakan tentang hal-hal yang terjadi tidak jauh dari kami. Kami tidak mau mengarang sesuatu yang tidak pernah kami alami dan rasakan, itu adalah patron utama harus kami jaga. Maka dari itu, tema-tema yang kami tawarkan dalam HITS KITSCH adalah tema-tema sederhana dan kadang cenderung sepele, jauh dari wacana-wacana besar. Tentang apa bagaimana cerita di belakang setiap track, sudah ada di sana semua, dalam bunyi-bunyiannya dan teksnya, dengarkan dan baca saja, tidak ada yang kami sembunyikan.

album ini tidak akan kami papar-tawarkan dengan gambaran-gambaran yang mengada-ada, setelah album ini rilis malam ini, apapun yang kami paparkan di atas serta merta menjadi nihil lagi, tidak bermakna apa-apa kecuali subjektifitas kami sebagai pengkarya. Selanjutnya, HITS KITSCH adalah milik siapa saja, silahkan merabanya, silahkan mengecapnya, silahkan menghakiminya dengan selera, silahkan mengukurnya dengan variabel bebas dan konstanta liar, seliar-liarnya, sebebas-bebasnya, semerdeka-merdekanya. Apakah album ini kemudian menjadi album yang keren (hits) atau album yang berselera rendah (kitsch), kami sudah tidak terlalu peduli lagi. Selagi kami masih bisa berkarya dan membaginya, rasanya sudah tidak harus mencari apa-apa lagi.

Dengan ini, dengan sangat berbahagia, kami FSTVLST mengumumkan, album perdana kami HITS KITSCH resmi dirilis. Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh tim kerja, para kolaborator, teman-teman festivalist dan siapapun anda yang telah mengambil keputusan untuk mendukung FSTVLST dengan cara apapun. Selamat berbahagia.
Tracklisting FSTVLST HITS KITSCH

Track 01. Orang-orang di kerumunan
Track 02. Menantang Rasi Bintang
Track 03. Hujan Mata Pisau (re-recorded)
Track 04. Akulah Ibumu
Track 05. Hal-Hal Ini Terjadi
Track O6. Tanah indah Untuk Para Terabaikan Rusak dan Ditinggalkan
Track 07. Bulan Setan Atau Malaikat
Track 08. Satu Terbela Selalu
Track 09. Hari Terakhir Peradaban (re-recorded)
Track 10. Ayun Buai Zaman

Track 11. (on cassete) The Only Way (Acoustic)
Track 12. (on cassete) Menantang Rasi Bintang (Demo)

berikut adalah teaser 10 track HITS KITSCH (klik di link ini)

HITS KITSCH dirilis dalam bentuk:
- blackpack berisi cd HITS KITSCH + poster/ lyrics, Rp. 45.000 (AVAILABLE)
 - digipack berisi cd HITS KITSCH, Rp. 65.000 (SOLD OUT)
- boxset berisi digipack (cd HITS KITSCH, artworks booklet an sticker pack), T-shirt, handuk kecil, notebook, dan kaset seharga Rp. 250.000 (SOLD OUT)
 



No comments:

Post a Comment